Konseling pada Anak yang Mengalami Stress Pasca Trauma Bencana Merapi melalui Play Therapy
print send pdf


Riana Mashar

Mahasiswa Pascasarjana Program Doktoral
Universitas Pendidikan Indonesia

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Magelang

Abstraksi

Penerapan konseling pada anak yang memiliki karkateristik perkembangan baik kognitif, emosi, sosial, dan perilaku yang berbeda dengan orang dewasa, menuntut perlunya pemberian layanan yang sesuai dengan karakteristik tersebut. Tulisan ini mengangkat kelebihan penerapan Play therapy  sebagai salah satu teknik konseling bagi anak korban bencana, yaitu play therapy sesuai dengan tahap perkembangan anak sebagai masa bermain pasca terjadi bencana (PTSD). Terdapat beberapa hambatan yang mungkin terjadi dengan adanya kultur masyarakat pedesaan di lereng Merapi, diantaranya, yaitu: anak Merapi belum terbiasa mengekspresikan emosi mereka secara verbal, faktor kultur yang kedua terkait dengan budaya petani yang sangat kental pada masyarakat korban bencana, dimana orangtua jarang mengisi waktunya bermain bersama anak, karena lebih banyak menghabiskan waktu di sawah sehingga kemungkinan menerapkan Filial therapy cenderung sulit. Namun, karena masyarakat desa sangat terikat dengan lingkungan sekitar terutama teman sebayanya, maka alternatif permainan kelompok teman sebaya dapat dioptimalkan.

Kata Kunci: PTSD, play therapi

File Lebih Lengkap: Download disini
25 September
2
0
1
7
MSSRKJS
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
Visitor :
205403
Hits :
946719
Month :
1425
Day :
120
Online :
5
Email:[email protected]
Phone:(0293) 326945
Fax:(0293) 325554
Alamat:Jl. Mayjend. Bambang Soegeng, Mertoyudan, Magelang 56172

Kontak •  Berita •  Lowongan •  Gallery •  Al-Quran Online •  Peta Situs •  RSS