Fitrah

Senin, 26 November 2012 14:16:01 - by : Iwan Muhaimin
print send pdf

Pada hakekatnya, dalam diri manusia ada fitrah untuk senantiasa berbuat baik dan menjauhkan diri dari perbuatan jahat. Nurani manusia selalu merindukan kedamaian dan ketenangan. Jauh di dalam lubuk hati manusia, pada dasarnya selalu ada kerinduan untuk terus menerus mengikuti jalan agama yang benar. Inilah fitrah manusia yang sesungguhnya, fitrah yang diajarkan Islam.

Maka ketika manusia tergelincir berbuat kejahatan yang menghinakan dirinya serta menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan dan agamanya, Allah mengingatkan mereka melalui firmannya. Dalam Q. S. al-Rum: 30 ditegaskan: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
Rasulullah saw. melalui salah satu hadisnya juga menyebutkan bahwa pada dasarnya setiap anak manusia dilahirkan dalam keadaan suci, tak bernoda. Rasul menegaskan: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Maka tergantung pada kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak seorang Yahudi, Nashrani, atau Majusi”.
Dari dua landasan teologis di atas, jelaslah bahwa dalam diri manusia ada potensi bersih dan suci. Prinsip kebaikan ini diakui oleh seluruh umat manusia, sedangkan kejahatan akan senantiasa mengantarkan manusia menuju kehinaan dan kesengsaraan.
Ironisnya, banyak di antara kita yang melupakan fitrah insaniyah (kemanusiaan) kita. Sebagian besar kita justru dipengaruhi, bahkan dikuasai oleh nafsu. Kita menjadikan nafsu sebagai ilah (tuhan) dalam kehidupan ini. Padahal Allah SWT secara tegas mengecam para budak ‘nafsu’ dengan firman-Nya: “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya.” (Q.S. Al-Furqan: 43-44)
Betapa nista dan hinanya gelar yang disematkan Allah SWT kepada para pemuja nafsu. Mereka diibaratkan seperti binatang, bahkan jauh lebih hina dari binatang tersebut. Dan jelas, tempat yang telah disiapkan bagi mereka adalah neraka Jahannam (Q. S. Al-A’raf: 179)
Bagi manusia yang masih sadar akan eksistensi kemanusiaannya, tentu ia tidak mau direndahkan derajatnya, ia akan mempertahankan fitrah kemanusiaannya. Bahkan, ia akan selalu berusaha meningkatkan derajat serta kualitas kemanusiaannya. Tetapi bagi mereka yang telah dibutakan mata hatinya oleh dekapan nafsu, ia akan terlena dan terbuai, tidak memedulikan lagi fitrah kemanusiaannya yang suci. Ia akan terlelap dalam bisikan nafsu, sampai akhirnya maut datang menjemputnya. Na’udzubillahi min dzalik.
Semoga kita termasuk manusia-manusia yang senantiasa menjaga fitrah insaniyah kita, menyadari eksistensi kemanusiaan kita, sehingga mengarungi hidup dan kehidupan di dunia ini selalu berada dalam bimbingan wahyu Ilahi. Amin

http://didijunaedihz.wordpress.com/2008/02/08/fitrah-manusia/

 


[Iwan Muhaimin]

Tags : hikmah

More :

2 Respon to "Fitrah"

tas handmade says:
Your comment is awaiting moderation.
Senin, 22 Januari 2018 22:45:30
1) Apakah kain Cotton bisa di bikin tas handmade?
Tentu saja bisa! Di artikel ini ada 6 contoh hasil tas handmade menggunakan kain katun 🙂 , dan kamu juga bisa membuat model lain menggunakan kain katun.



2) Apakah kain katun tidak terlalu tipis untuk di jadikan tas handmade?
Memang benar kain katun memiliki berat/ketebalan yang lightweight ( ringan ) – Medium weight ( sedang ), dan kain katun ini tidaklah tebal seperti linen cotton, denim, ataupun canvas. Tapi yang pasti, kain katun juga bisa untuk di jadikan bahan tas.



3) Pernah baca klo bikin tas harus pake kain tebal2, Apakah benar?
Tidak selalu. Tidak semua tas harus menggunakan bahan kain yang tebal.



4) Untuk bikin tas, pake pelapis apa?
Tergantung tasnya ya, setiap tas handmade yang akan di buat, akan perlu beberapa jenis pelapis atau malah tidak perlu pelapis sama sekali. Kain katun ataupun kain tebal seperti linen atau canvas juga perlu di tambahin pelapis.

Ini tergantung tas handmade apa yang akan kamu buat. baiknya perlu di coba beberapa pelapis sampai ketemu dengan feel yang di mau. karena maunya aku dan kamu belum tentu sama.

Untuk interfacing yang aku pakai bisa di baca contoh bawah ini atau juga di artikel tentang interfacing, Click Here



5) Bagaimana klo pengen bikin tas handmade dari katun tapi keliatan kokoh tasnya?
Untuk point ini, hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya. Klo mau kokoh, tergantung model tasnya. Hanya saja perlu adanya pelapis yang berlapis-lapis.
reka says:
Your comment is awaiting moderation.
Senin, 14 Januari 2013 14:30:50
terimakasi atas artikelnya mas

Comment visitor

Name* :
Email* :
Website :
Comment* :
Caphca* :
   
   

Kontak •  Berita •  Lowongan •  Gallery •  Al-Quran Online •  Peta Situs •  RSS