Agama

Senin, 11 Februari 2013 15:52:30 - by : Iwan Muhaimin
print send pdf

Agama Kunci kesehatan Jiwa

Health is not everything but without healthy we can do nothing.
Kesehatan bukanlah segala-galanya namun tanpa kesehatan kita tidak bias berbuat apa-apa. Menurut penelitian Dale tahun 1980, manusia di dunia ini mengalami sakit fisik hanya 15 persen. Selebihnya adalah sakit jiwa (85 persen).

Saatnya kita memberikan perhatian yang serius terhadap kesehatan jiwa ini, ujar cendekiawan Muslim Prof Dr AM Fatwa, saat berbicara dalam bedah buku Kesehatan Mental; Kajian Sudut Pandang Agama dan Sosial Kemasyarakatan karya Dr Weriyanto Prasojo SpKj, di Masjid Agung Pondok Indah, Ahad (21/5).

Menurut dia, kesehatan mental sangat penting dalam membentuk perilaku yang benar dan mulia. Sementara di sisi lain, kondisi kesehatan mental masyarakat Indonesia semakin hari semakin menurun. Gejala-gejala gangguan mental semakin meningkat pesat, tambahnya

Pendapat Fatwa diamini cendekiawan Muslim, dr Hembing Wijayakusuma. Menurut dia, cukup hanya dengan dua aspek untuk menjelaskan apakah seseorang sehat mentalnya atau sakit. Yaitu aspek ketuhanan untuk merujuk aspek positif dan kesesatan untuk merujuk aspek negatif, ujarnya.

Aspek kesehatan mental, kata dia, sama dengan aspek ketuhanan atau keimanan. Keimanan ini meliputi keyakinan, ucapan, dan perbuatan. Orang yang tidak memiliki keyakinan positif, optimisme, ketulusan, integritas, loyalitas, dan tanggung jawab bisa dipastikan mentalnya sakit.

Demikian juga orang yang berbicara jelek, seperti: mengumpat, menghina, menfitnah, menghasut, dan melakukan perbuatan amoral, seperti: mencuri, membunuh, kolusi, serta korupsi. Pasti mental atau jiwanya sakit.

Kenyataan bahwa di Indonesia penyakit gangguan jiwa atau mental meningkat hingga 140 persen, menurut penelitian tahun 2004, menandakan adanya penurunan kualitas keimanan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai ketuhanan yang seharusnya ditumbuhkembangkan di dunia ini, justru ditinggalkan dan diacuhkan.

Solusi terbaik yang bisa mengatasi masalah ini, kata Hembing, adalah dengan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Islam adalah ajaran yang paling sempurna dibanding semua agama yang pernah ada di dunia ini, baik dari aspek politik, hukum, biologi, antropologi, teologi, maupun aspek lainnya, tambah peraih Mualaf Award dari Jakarta International Muslim Society (JIMS) ini.
Bambang Suryadi MA, selaku pembedah buku tersebut mendefinisikan secara gampang mengenai kehatan jiwa. Menurut dia, salah satu cara yang paling mudah untuk mendefinisikan apapun, termasuk kesehatan mental adalah mengungkapkan lawan katanya. Dengan demikian, sehat mental adalah terhindar dari penyakit mental. Kesehatan mental seseorang bias ditandai dengan kemampuannya dalam menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, mengembangkan potensi dirinya untuk menggapai ridha Allah swt., dan menyeimbangkan seluruh aspek kecerdasan, yaitu: kecerdasan spiritual, emosional, dan intelektual, ujarnya.

Pada dasarnya, hidup adalah proses penyesuaian diri terhadap seluruh aspek kehidupan. Orang yang tidak mampu beradapatasi dengan lingkungannya akan gagal dalam menjalani kehidupannya. Proses penyesuaian diri atau self adjusment ini akan bisa diaplikasikan dalam seluruh aspek kehidupan dengan pengenalan diri, ujarnya.

Kesehatan mental juga bisa dilihat dari kondisi jiwanya. Orang yang sehat mental akan senantiasa merasa aman dan bahagia dalam kondisi apapun. Ia juga akan selalu melakukan introspeksi sehingga ia akan mampu mengontrol dan mengendalikan diri.

Ia menyatakan, pengenalan dan pembinaaan kesehatan mental masyarakat saat ini tidaklah mudah. Kesulitan ini setidaknya disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Selain persepsi ataupun pemahaman terhadap kesehatan mental sangat lemah, mereka dewasa ini dihadapkan pada tantangan kehidupan modern yang begitu sulit.
Keanekaragaman makanan, pakaian, budaya, dan pemikiran yang tidak mudah terdeteksi aspek kehalalan, kebaikan, dan kebenarannya, sangat mempengaruhi kualitas kesehatan mental seseorang, ujarnya.

Untuk mewujudkan kesehatan mental ini, kata dia, harus saling menjaga tiga hal berikut ini dengan baik dan benar, yaitu: kesehatan (health), perhatian care, dan pendidikan atau pengabdian. Di akhir ulasannya, ia menegaskan bahwa kesehatan, baik fisik ataupun mental, adalah anugerah yang tinggi nilainya namun tak bisa dibeli dengan uang.

 

semoga bermanfaat

Tags : ilmu

More :

0 Respon to "Agama"

Comment visitor

Name* :
Email* :
Website :
Comment* :
Caphca* :
   
   

Kontak •  Berita •  Lowongan •  Gallery •  Al-Quran Online •  Peta Situs •  RSS